dewabet asia
Berita posted by

Harga Minyak Dunia Merosot Di US$63,05 Per Barel

Harga Minyak Dunia Merosot  Di US$63,05 Per Barel

Harga minyak dunia kembali anjlok ke posisi terendah selama lima tahun terakhir. Prediksi melimpahnya minyak akan bertahan hingga paruh pertama tahun depan, diduga jadi penyebabnya.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Januari turun US$2,79, atau 4,2 persen, di level US$63,05 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent, pengiriman Januari di ICE Exchange Futures London, turun US$2,88, atau 4,2 persen, di angka US$66,19 per barel. Patokan Eropa ini merupakan penutupan terendah sejak 29 September 2009.

Sebagian analis masih bearish pada harga minyak. Adalah laporan terbaru tentang pengeboran Amerika Serikat (AS) dan ekonomi Jepang yang memukul sentimen pada perdagangan hari Senin, kata Tim Evans, seorang analis energi berjangka.

“Sebuah revisi produk domestik bruto (PDB) Jepang dan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan di Tiongkok dan Zona Euro juga menekan sentimen pasar,” Evans menambahkan dalam sebuah catatan Senin, atau Selasa 9 Desember 2014 waktu Indonesia, dikutip dari laman MarketWatch.

Data perdagangan Tiongkok menunjukkan, pertumbuhan ekspor jatuh 4,7 persen pada bulan November, setelah kenaikan 11,6 persen pada bulan Oktober. Meskipun impor minyak Tiongkok pada November naik 7,9 persen dari tahun sebelumnya menjadi 25.410.000 ton. Tidak mampu dongkrak sentimen.

Morgan Stanley, dalam sebuah catatan tertanggal 5 Desember, memangkas proyeksi harga rata-rata minyak Brent pada tahun 2015, di level US$43 per barel pada kuartal kedua tahun depan.

“Tanpa intervensi oleh organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), risiko pasar menjadi tidak seimbang. Kemungkinan, puncak kelebihan pasokan terjadi pada kuartal II-2015,” kata analis Adam Longson dan Elizabeth Volynsky dalam sebuah catatan.

Sementara analis pasar komoditas dari BNP Paribas, Harry Tchilinguirian, meramalkan stok minyak dunia pada paruh pertama 2015 akan menjadi dua juta barel per hari dari semula 1,5 juta barel per hari.

Harga minyak sudah lesu sejak pekan lalu, setelah Arab Saudi memotong harga untuk pembeli di Asia dan AS.

Akhir pekan ini, Administrasi Informasi Energi AS, negara-negara OPEC dan Badan Energi Internasional akan mempublikasikan laporan bulanan mereka, memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai pasokan dan permintaan minyak global.(sumber:viva.co.id)

Comments are closed.